Saturday, May 2, 2020

Terpaksa Belajar dari Rumah

Adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan semua kegiatan dikerjakan dari rumah, belajar dari rumah, bekerja dari rumah, mengajar dari rumah dan beribadah di rumah untuk menekan dan memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Kegiatan belajar mengajar tidak bisa dilaksanakan secara normal di dalam kelas. Guru dapat menentukan cara yang mungkin dilakukan agar kegiatan belajar mengajar jarak jauh tetap bisa dilaksanakan.

Melalui tulisan pendek ini saya ingin sekedar berbagi pengalaman mengajar jarak jauh yang baru pertama kali saya alami. Untuk siswa sekolah menengah atau mahasiswa mungkin tidak banyak kendala. Namun untuk tingkat SD yang penguasaan IT siswa masih kurang tentu menjadi masalah tersendiri. Namun tidak ada salahnya untuk mencoba mengajak siswa belajar secara daring dengan memilih aplikasi daring mudah dikuasai oleh siswa.

Banyak aplikasi daring yang dapat kita manfaatkan, dan saya memilih Kaizala yang mudah dipahami oleh siswa usia sekolah dasar. Namun kali ini saya tidak hendak mengulas tentang aplikasi. Saya ingin menuliskan sedikit pengalaman selama kegiatan belajar secara daring.

Jika kegiatan belajar mengajar di kelas dimulai pukul 07.00 maka kegiatan belajar daring saya mulai pukul 08.00. Seperti kegiatan di kelas, saya awali dengan menyapa siswa, mengabsen siswa dengan fitur yang ada pada aplikasi Kaizala dan menyampaikan materi pelajaran. Untuk memancing keingintahuan siswa sesekali saya selipkan pertanyaan dengan fitur polling atau kuis. Di akhir pelajaran sebagai evaluasi saya berikan pelatihan berupa soal-soal untuk langsung dikerjakan dan tidak lupa saya berikan PR. Baik pelatihan maupun PR semua langsung dikerjakan melalui aplikasi Kaizala, sehingga saya dapat melihat progress pekerjaan siswa.


Kebetulan saya mengajar kelas 6 SD dimana seharusnya semester 2 melaksanakan kegiatan Ujian Sekolah. Karena adanya pandemi Covid-19 kegiatan maka Ujian Sekolah ditiadakan. Namun master naskah ujian sudah terlanjur selesai dibuat jadi sayang sekali jika tidak diberikan kepada siswa. Akhirnya saya putuskan untuk membuat naskah Ujian Sekolah versi online dengan memanfaatkan Form Office dan siswa mengerjakan dari smartphone masing-masing. Setiap hari saya sampaikan naskah soal untuk dikerjakan siswa dan dapat dikerjakan sewaktu-waktu sesuai waktu yang dimiliki siswa.

Banyak suka duka yang saya alami selama kegiatan belajar secara daring. Banyak yang mencibir dengan apa yang telah saya lakukan. Sebagian mengatakan, "US sudah ditiadakan, ngapain juga dilaksanakan secara online? Nambahin pekerjaan saja". Ada yang berkata, "Kita tidak dituntut untuk mengejar target kurikulum, tak perlu susah payah ini itu". Yang lebih parah lagi mengatakan, "Buat apa dilakukan, tidak membuat gaji bertambah"


Saya tahu bahwa US ditiadakan dan kita tidak dituntut untuk mengejar target kurikulum. Namun dalam hati kecil saya, tak ada salahnya untuk mencoba memberi pengalaman kepada siswa bagaimana rasanya belajar dan mengerjakan ujian dengan memanfaatkan teknologi. Siapa tahu di kemudian hari pengalaman ini dapat bermanfaat bagi siswa.

Ada satu hal yang dapat saya petik dari kegiatan pembelajaran daring. Dari kegiatan yang saya laksanakan saya dapat melihat sifat asli siswa yang justru tidak muncul saat pembelajaran di dalam kelas. Mana siswa yang rajin, kreatif, disiplin, bertanggungjawab dapat dilihat dari aktivitas selama belajar daring. Atau sebaliknya siswa yang malas, asal-asalan dalam mengerjakan tugas juga dapat kita rasakan. Bahkan saya melihat ada siswa yang ketika dikelas hasil pekerjaannya selalu bagus, sementara ketika pembelajaran daring hasil pekerjaannya selalu di bawah rata-rata.

Dari segi kedisiplinan, terlihat siswa yang memang disiplin waktu selalu absen tepat waktu dan mengerjakan tugas yang diberikan tepat waktu. Siswa yang memang memiliki semangat belajar tidak jarang menanyakan hal-hal yang belum dimengerti baik di group maupun melalui japri.

Untuk mengapresiasi siswa sekaligus memberi semangat kepada siswa, fitur Kudos di Kaizala sering saya gunakan. Selain itu untuk tugas yang berupa karya maka tidak lupa saya posting di Instagram sekolah agar semua siswa dapat melihat dan memotivasi siswa yang lain untuk selalu bersemangat dalam belajar meski tidak dalam kelas di tengah pandemi Covid-19.

2 comments: